Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Judul Buku : Mendampingi Anak Menyelesaikan Konflik.
Kontributor Naskah : Andri Nur Cahyani
Lembaga Penerbit : Kemendikbud
Ringkasan Buku :
Buku Mendampingi anak menyelesaikan konflik merupakan seri PendidikanOrang Tua.Mendidik anak merupakan proses yang tidak mudah bagi orang tua. Orang tua harus terus belajar agar dapat mendampingi anak menjadipribadiyang mandiridan berkarakter.
Kontributor Naskah : Andri Nur Cahyani
Lembaga Penerbit : Kemendikbud
Ringkasan Buku :
Buku Mendampingi anak menyelesaikan konflik merupakan seri PendidikanOrang Tua.Mendidik anak merupakan proses yang tidak mudah bagi orang tua. Orang tua harus terus belajar agar dapat mendampingi anak menjadipribadiyang mandiridan berkarakter.
Buku ini disajikan dengan pendekatan pemecahan masalah yang mengutamakan ketulusan, keikhlasan, dan penuh rasa cinta dalam membimbing anak menghadapi konflik atau melakukan kesalahan. Buku ini juga disajikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif. Buku ini berisi tentang:
- Apakah masalah itu? Masalah timbul karena perbedaan persepsi, tujuan, nilai-nilai antara individu ataukelompok.
- Bagaimana menyelesaikan masalah ? Penyelesaian masalah tidak hanya sekesdar mengucapkan maaf atau memberikan maaf. Maaf sebaiknya diucapkan ketika anaksudah melakukan proses perbaikan dan berjanji untuk tidak mengulang perbuatan yang sama.
- Mengapa orang tua perlu mendampingi anak menyelesaikan masalah? Penyelesaian masalah akan menumbuhkan disiplin diri dan rasa tanggung jawab.
- Apakah dampak atas sikap orang tua yang kurang mendukung proses penyelesaian masalah pada anak? Jika orang tua sering menasehati dan mengkritik maka anak akan merasa bersalah dan rendah diri.
- Bagaimana cara berbicara dalam mendampingi anak menyelesaikan masalah? Orang tua berbicara dengan anak dengan menyadari raut wajah, posisi tubuh, memperhatikan nada suara, dan tidak sibuk memberi saran.
- Apa saja empat tahap mendampingi anak dalam menyelesaikan masalah? Yaitu menenangkan emosi anak, mengajarkan anak untuk mengenali kebutuhan, memperkuat nilai-nilai dalam keluarga, dan tahappenyelesaian masalah dan pengambilan kesepakatan.
Kelebihan buku ini adalah memberikan contoh riil penyelesaian masalah ketika anak menghadapi konflik atau melakukan kesalahan. Sedangkan kekurangan buku ini adalah tidak memasukkan unsur religius dalam menyelesaikan konflik.
Saran yang saya berikan adalah perlu memasukkan unsur religi atau agama untuk memperkuat nilai-nilai dalam keluarga dan perlu menambah contoh riil pada tahap penyelesaian masalah dan pengambilan kesepakatan.
Demikian review tentang buku seri pendidikan orang tua dengan judul Mendampingi Anak Menyelesaikan Konflik. Semoga bermanfaat bagi kita.
Kita lanjutkan review Buku yang kedua.
Judul Buku : Membiasakan Hidup Sederhana.
Kontributor naskah :Sumarti, Adiati Fathuroshonah, Yufiarti, Nana Maznah, Yeti Widiati dan Perwitasari.
Penerbit : Kemendikbud
Ringkasan Buku:
Judul Buku : Membiasakan Hidup Sederhana.
Kontributor naskah :Sumarti, Adiati Fathuroshonah, Yufiarti, Nana Maznah, Yeti Widiati dan Perwitasari.
Penerbit : Kemendikbud
Ringkasan Buku:
Buku dengan judul Membiasakan Hidup Sederhana disajikan dengan praktis ringkas dan menarik. Buku ini disusun untuk memberikan informasi tentang apa dan bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak agar terbiasa hidup sederhana. Buku ini berisi tentang:
1. Apa itu hidup sederhana, hidup sederhana merupakan perilaku yang disesuiakan dengan kebutuhan utama seperti makanan yang bergizi, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan dalam keluarga.
2. Manfaat hidup sederhana, diantaranya adalah hemat/tidak boros sehingga dapat menabung, lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki, dan hidup lebih tenang dan bahagia.
3. Cara menumbuhkan gaya hidup sederhana antara lain memberi contoh gaya hidup sederhana, mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan, mengakarkan anak berhemat, mengajarkan anak menabung, mengajak anak berbelanja, mengajarkan penggunaan uang dengan bijak, membiasakan anak berbagi, dan mengajarkan anak tentang kepemilikan.
1. Apa itu hidup sederhana, hidup sederhana merupakan perilaku yang disesuiakan dengan kebutuhan utama seperti makanan yang bergizi, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan dalam keluarga.
2. Manfaat hidup sederhana, diantaranya adalah hemat/tidak boros sehingga dapat menabung, lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki, dan hidup lebih tenang dan bahagia.
3. Cara menumbuhkan gaya hidup sederhana antara lain memberi contoh gaya hidup sederhana, mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan, mengakarkan anak berhemat, mengajarkan anak menabung, mengajak anak berbelanja, mengajarkan penggunaan uang dengan bijak, membiasakan anak berbagi, dan mengajarkan anak tentang kepemilikan.
Kelebihan buku ini adalah menggunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami serta menarik karena didukung oleh gambar yang berwarna-warni.
Kekurangan dari buku ini adalah bahwa contoh pembiasaan pada anak tidak disertai dengan alasan mengapa hal itu perlu kita lakukan dan pada tema mengajarkan anak tentang kepemilikan tidak disertai dengan contoh riil.
Saran yang saya sampaikan yaitu pada tema pembiasaan pada anak perlu memasukkan alasan mengapa kita melakukan hal tersebut dan menambahkan contoh perilaku sehari-hari pada tema mengajarkan anak tentang kepemilikan.
Demikian review tentang buku dengan judul Membiasakan Hidup Sederhana. Semoga ada manfaatnya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .